HooneyBee_of_DramaQueenStoryTelling

created by Ona

Senin, 15 Februari 2010

Tuhan menjawabnya dengan kemungkinan yang tidak pernah terpikirkan sama sekali

hei terkadang, kenapa Tuhan sellau memberikan jawaban terhadap sesuatu yang kuminta diluar bayanganku yach. anehnya tuhan selalu menjawab doa kita pun dengan beribu jawaban yang tidak kumengerti juga, butuh pengertian lama. aku sempat bertanya-tanya kenapa dengan ini aku tidak bisa kau permudah Tuhan, padahal secara kasat mata aku tahu tampaknya kami bisa. tapi kenyataan seakan tidak berkompromi denganku. baiklah sedikit tidak rela aku melepasnya. walau terkadang sedikit aku mencoba kami masih mempunyai kesempatan karena tampaknya kami bisa.

berlalunya dengan waktu aku mencoba melepas (walau masih aku penasaran dengan keingan Tuhan untukku). masih dengan tahap emosi yang turun naik, terkadang goyah, bahkan berpikir aku tidak mungkin lagi punya perasaan ini. lucunya ditengah semua usahaku untuk pulih, aku rontok lagi. lebur , hancur. tap kenapa semakin hancurnya semua sisi kehidupan yang kuarasakan. aku tahu Tuhan paling tahu segalanya apa rencana yang telah disiapkannya untukku. aku menemukan jawabannya ketika kutahu tuhan tidak pernah menaruh beban diluar kekuatanku. hei, aku semakin menyadari ketika dia tidak baik untukku, cukup lama aku menerima pengertian itu. cukup lama untuk merenungi dan berpikir. demi Tuhan perasaan ini pun datangnya dari tuhan, tidak mudah bagiku juga melepas semudah melepas benda di genggaman tangan.
aku baru menyadarinya ketika , dengan kanyataan yang perlahan kuserap, dan kulihat. bahwa kami memang bukan untuk satu sama lainnya, ada ssuatu keyakinan hidup diantara kami yang tidak bisa kami kompromikan dan kamu satukan. setitik direlung hatiku aku ingin memberikan keleluasan kepada hatiku, bahwa mungkin aku tidak usa terlalu memegang itu terlalu erat. aku ingin berkompromi. tapi Tuhan memiliki keinginan lain.Tuhan tahu mana yang baik untukku , dan mana yang harus kulakukan. mungkin Tuhan punya alasan tersendiri untuk yang satu ini aku tidak boleh berkompromi. aku harus memegang teguh, itu mungkin keinginan Tuhan kepadaku. dan yah aku masih belajar menerimanya. tapi aku punya keyakinan aku pasti mampu melewatinya

Selasa, 02 Februari 2010

empty

perasaan kosong hadir kembali. hei , aku sudah mengalami beberapa kali kemarin. tapi kenapa rasanya masih sama. aku masih merasakan kesedihan itu pdahal aku tahu, ujungnya bagaimana. seharusnya aku sudah siap. nyatamua perasaan itu masih sama saja. masih menyakitkan. seharusnya aku endengarkan myminggle dan adikku bahwa kami berdua tidak akan pernah menjadi teman. sekalipun aku mencoba berpikir dari sisinya yang masih ingin berteman, tapi aku bukan malaikat. aku manusia terkadang aku tidak anti dengan rasa yang namanya kesedihan. yah kisah ini akhirnya berulang-ulang terus. aku berharap ini terakhirnya aku berputar-putar dalam pusaran hal yang sama.

aku masih memiliki perasaan tidak percaya , apa yang salah dengan kami. seolah-olah apa yang gw lakukan sepertinya sesuai dengan apa yang gw rasa. apakah,ini berarti aku sudah salah mengartikan nurani. aku yakin tiak ada yang salah diantara kami. sepertinya kami berdua memiliki perasaan yang sama. aku tidak tahu baru kali ini aku kelelahan. lelah memiliki perasaan ini. seharusnya aku bersyukur yah memiliki perasaan. api aku lelah. lelah teramat sangat.

aku sempat berpikir untuk tidak mnegakhiri kisah ini. tapi untunglah tuhan memberiku jawaban dengan segera aku harus keluar dari permainan ini. bengal benar jangan pernah menganggap semua ini sebagai permainan. akulah yang harus mengambil keputusan untuk keluar. apapun itu.

aku lelah bengal, aku capek. baru kali ini aku merasa seperti tidak berdaya sama sekali. lemas. aku berusaha bengal untuk tidak mnegambil apapun dengan terlalu serius. tapi aku tidak berdaya. aku nggak bisa berbohong bahwa yah aku masih merasakan kesedihan seperti yang aku rasakan dikemarin waktu. bengal aku letih. lucu dari semua kesekian kejadian yang menerpaku aku paling bingung menangani hal ini. kenapa yah?? apakah begini rasanya? kosong ? letih?

aku tahu , aku harus merecharge energiku kembali. tapi hari ini aku tanpa daya. semua perasaan terasa kosong., god gw hanya berharap aku tidak mengalami hal-hal yang memuakkan seperti ini lagi. aku tidak menyukai perasaan - perasaaan yang saat ini datang kepadaku.

Minggu, 24 Januari 2010

keheninganku untukMu

Dear Tuhan
Aku berburuk sangka kepada Mu . Maaf aku terlupa dari semua masalah yang datang bertubi-tubi kepadaku saat ini.
Sebenarnya bentuk penghormatanMU kepadaku, bahwa kau yakin aku bisa melewatinya.
Kau percaya kepadaku bahwa aku harus melewati jalan terbesar untuk semua hal kebaikan yang besar juga.
Oh terkadang aku benci kalau aku mulai menyerah, tapi aku terlupa aku pernah memintamu untuk kau percayai menjadi sesuatu yang besar.
Ah ini kah semua doa itu yang nantinya membawaku.

Terima kasih untuk itu.beri aku keyakinana atas semua ini. Hei terkadang aku menganggap diriku tidak setegar yang kukira.
Terima kasih semua ini tuhan. Sungguh tak bisa aku gambarkan aku menerima semua rahmatmu atas kehidupanku.
Sesuatu itu tidak abadi. Sesuatu itu hanya proses. Badai pasti berlalu. Hujan pun berganti pelangi.
Aku bisa melihat suatu keindahan dengan tulus hanya jika aku bisa melalui penghortanmu kepadaku atas semua masalah-masalah ini.

Tuhan beri aku kemudahan melewatinya. Beri aku keramahan terhdap semua yang datang dikehidupanku.
Keheningan malam ini milikmu. Sayup angin adalah buaianmy. Rahmatilah jalanku.
Sampaikan kepada malaikatmu untuk menjagaku. Aku butuh kekuatanmu wahai tuhan pemilik kehidupanku. Teramat sangat. Amien

musim semi ^-^

Bunga matahari itu menyapu mukaku. Menggeliti hangat hidungku. Merekahnya sinar matahari menyilaukan mataku.
Aku berdiri , kupicingkan mataku. Silaunya mengahalangiku melihat seberapa jelas sosok itu yang berlari kearahku.
Aku melihatnya dengan senyum merekah, dan dia memiliki gigi terindah yang pernah aku lihat. Rambut ikalnya berlari - lari menurut angin membawanya.
Nafasku memburu. Memberi tanda kepadanya bahwa aku berdiri di puncak.

Dia berhenti sebentar. Tampak ragu apakah itu aku. Tentu saja dia ragu aku saja tak yakin apakah memang dia berlari kerahku untuk menuju kepadaku.
Aku hanya memberikan tanda bahwa disini , dia bisa melihat hal terindah seperti yang aku lihat.
Sambil menunggunya aku menjumput bunga-bunga dari rumput laut yang merekah tak kalah indahnya.
Aku tidur dihamparan ladang bunga matahari. Mencium udara hangat musim semi. Wajah itu menutupi sinaran.
Aku membuka mata dia beridiri tepat diatasku. Menjulang dan lagi dia tersenyum kepadaku. Dia mengikuti apa yang sedang kulakukan.
Tidur dihamparan dan menutup mata. Angin bertiup kencang beriringan dan menggoyang dahan-dahan bunga matahari. Kakiku tergelitik.
Aku terbangun dari sesaat damai yang kurasakan. Tangan itu terulur dan mengajakku berdiri. Kami tertawa.
"Kemana?" Kataku
"Berpetualang" ajaknya
Dia setengah berlari , tangannya masih terjalin ditanganku.
"Jangan cepat-cepat"kataku
"Akan kutunjukkan tempat yang lebih indah untukmu" dia mengatakan kepadaku
"Ayooolah jangan malas, kau pasti menyukainya"
"Bagaimana bisa kau begitu yakin"
Dia tidak menjawab. Hanya saja aku percaya saja.
Memangnya ada yang lebih indah dari ini yah, tanyaku
Ada, disana kau bisa melihat beledu awan yang kau suka, kau bisa menepi ditepi an hulu sungai jika kau mau. Tapi aku
tidak bisa menghentikanmu jika kau langsung berlari kearah air itu. Kau suka air kan
Wow ini benar -benar berpetualang kataku
Pastinya dia menyahut.

part 6 -----> not the ends but begins for us

Hmm badai perasaan itu telah hilang. Aku sudah bisa tersenyum secerah merekahnya bunga matahari. Dijendela tampak cahaya matahri menyilaukan ruanganku. Aku bisa kembali menjadi diriku.
Tak kupungkiri, dia tidak bisa hilang. Aku hanya tahu di pernah hadir dikehidupanku. Apakah dia akan kembali? Aku pun tidak tahu. Aku hanya meyakini bahwa jeda waktu yang hilang diantara kami biarlah menjadi suatu ukuran bagiku.
Sampai sejauh mana aku mampu tulus berterima kasih. Terima kasih kepada si Pemilik semua kehidupankuM yang memang telah dirancangnya untukku.
Aku masih bertanya , iya. Setitik harapanku aku berharap ujung semua ini berakhir bahagia. Aku berhak untuk itu. Ruanganku tak sesuram kemarin. Cahaya terang tak lagi kihindari.
Aku membuka lebar-lebar sayap jendela. Bahkan semilir sejuknya angin sudah mulai bisa kurasakan. Adakalanya relung hati masih merasakan kesepian. Bahkan aku tak jua menemukan pelipur hati ini.
Tak apalah. Aku punya anjing. Tampaknya dia juga mrindukannya. Tak ada tuan yang menggendongnya lagi. Sedangkan aku? Huff terlalu berat bagiku menggendong anjingku yang tampaknya beratnya melebihi diriku sendiri.
Aku sedang menikmati musik clasic yang berdentang nyaring ceria. Aku menyendok besar-besar ice cream vanila stroberi chocolate. Hmm aku tak mengira kenapa aku begitu lama menyadari mempunyai waktu saat ini cukup menyenangkan.

Aku masih merasakan benda itu melingkar dijariku. Aku tidak tahu untuk apa aku tetap memakainya. Kami berdua bukan pemilik hati satu sama lainnya. Tapi entah kenapa tetap memakai benda itu membuat meyakini sebuah harapan.
Bahwa kami berdua akan baik-baik di masa mendatang. Aku semakin meyakini kami berdua sepenuhnya milik pencipta kami. Tidak satupun yang berhak atas kami berdua selain pemilik kehidupan kami berdua. Aku telah jalani semua tanpa dirimu. Aku tak pungkiri separuh hilang saat dia pergi.
Tapi aku juga tahu hidup harus terus berjalan melewati waktu. Berputar terus berganti musim sampai tiba waktunya nanti kami berdua pada suatu titik dimana kita akan bertemu diujung semua peristiwa ini.
Aku sudah terlanjur mencintainya. Aku tak berniat menghapusnya.

Aku hanya belajar meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Aku tak akan mengontrolnya. Aku tak akan mengendalikannya.
Aku memberikan waktu bagiku dan dia untuk mengetahui sampai sejauh mana alam semesta berkehendak bagi kami.yang membuatku yakin menjalaninya semua ini adalah kami hanya perlu jujur satu sama lainnya.
Dan aku belum sanggup berkata itu. Aku belum siap kepadanya untuk memintanya. Aku belum siap memberitahunya bahwa aku butuh dia. Dan aku belum siap mengatakan kepadanya aku mencintainya.
Aku belum siap memberitahu dia bahwa sepenggal jiwaku serasa berbeda ketika dia tidak ada.

Nanti, jika aku sudah siap dengan segala konsekuensinya. Aku perlu tahu apa yang membuatku bisa mengatakan yah aku mencintai pria ini. Tapi aku perlu juga untuk ruang terhadap segala perasaan yang masih asing ini.
Aku masih tak nyaman bahwa perasaan ku bisa berubah hanya karena kehadirannya menyerbu jiwa. Berhenti sebentar, dan aku membiarkan jedah kepada kami berdua.
Saat ini biarlah kami mencari jalan masing-masing. Jalan yang kuga tak kumengerti. Sebenarnya apa yang kami cari????
Biarlah jika si pemilik kehidupan kami berharap kami kembali, aku yakin kami akan kembali. Keyakinanku bahwa kami akan baik-baik saja dimasa mendatanglah.
Yang saat ini memberiku suatu keiklasan melepasnya. Kami burung dalam sangkar yang memerlukan nafas. Nafas bagi relung pribadi kami.

Oh, suamiku aku yakin kita berdua akan baik-baik saja dimasa mendatang. Aku yakin kita akan kembali. Kapan kah itu? Aku tidak tahu. Tapi perasaanku mengatakan secepatnya beb.
Hei aku semakin yakin sesungguhnya kita berdua masih ada cinta dan uhh aku yakin kita berdua saling membutuhkan. Itu tidak bosisa kaupungkiri. Aku yakin itu. Setiap malam walau ragamu tak disisiku.
Aku tahu kau memikirkanku setiap detik langkahmu. Kau tak mampu menyembunyikan dari diriku. Tak apalah jika saat ini kita berdua tak mau jujur. Biarlah kau memerlukan ber$ain-main sayang.
Yah aku tahu itu. Baiklah bermainlah. Oh aku mencintaimu tapi aku melepasmu. Ingat kita punya janji yang harus kita penuhi. Kita tahu kita berdua akan baik-baik dimasa mendatang.
Kita berdua akan kembali lagi didalam sangkar. Kita akan bersama dengan suatu perbedaan besar bahwa kita bersama karena kita butuh. Kita akan menjadi dua manusia yang berbeda ketika nanti kita bertemu disini, diwaktu yang telah kita janjikan. Terbanglah, aku mencintaimu, teramat sangat.

Kamis, 21 Januari 2010

part 5

Hampa, berat. Bagian dari diriku yang saat ini terasa beda. dulu dibagian lain waktu, aku tidak tahu beda apakah ada seseorang disampingmu atau tidak. aku mulai kecanduan sesuatu. aku mulai rakus terhadap chungky bar chocolate yang kutelan hampir setiap saat jika aku mulai merasa gusar. aku berharap cekingnya tubuhku tidak berubah drastis, hanya karena dia pergi, aku harus menata hidupku. aku suka dengan ceking tubuh yang kumiliki. tapi aku menjadi ketakutan jika hanya karena ini, aku menjadi tidak bergairah menikmati hari. terkadang perasaan yang tak tentu semakin menjadi-jadi saja. berharap ketika bangun aku berperan menjadi lain saja. aku terlalu mulai meresapi peran ini.

melangkahkan kakiku aku mulai berbenah. kalau aku sudah memiliki semuanya, benda-benda yang ada diruanganku ini. kenapa tak sedikitpun hatiku terhibur. aku melihat semua harta karun yang tersimpan di lemari. tersusun rapi berdasarkan.. tidak tahu. siapa yang merapikan semua benda itu. aku mengambil salah satu baju yang menurutku masih sama dengan seleraku. aku berkaca dicermin. damn it, semua ini berubah semua. mataku terlalu cekung. tulang pipiku semakin menojolkan garis lesung pipitku. aku merabanya. tertawa sedikit, ah aku jadi teringat dia. dia paling memujaku dalam hal ini. dia mengatakan sangat menyukai lesung pipitku.

anjingku berputar mengitariku. aku terpekur dikasur. masih tak percaya sampai saat ini aku tidak tahu dimana dia sekarang. setitik pesanpun tidak ada. dia seperti kabut. aku merasa semua cerita mulai tampak tak nyata, walaupun awalnya aku berpikir ini juga hanya sepenggal cerita ilusi. tapi aku mulai berpikir ini menjadi bagian dari kisah hidupku yang saat ini kurasa nyata. nyata karena aku merasakan kesenangan dan kebahagiaan ketika bersamanya. aku juga bisa merasakan kesedihan teramat sangat ketka dia pergi. bunyi bip dari satu-satunya saluran penghubug informasipun tak berfungsi lagi sejak dia menghilang.

aku merebahkan tubuhku. menggeliat karena sesuatu mennganjal punggungku. aku mencari benda itu, dan melihatnya sekotak beledu. aku membukanya. didalamnya terdapat cincin. punya siapakah????aku melihatnya cicncin itu berinisial K. siapakah? aku juga heran mimpi ini semakin panjang saja. siapa sih K. apakah suamiku itu memiliki nama. aku hanya memanggilnya kodok. tap tidak mungkin itu namanya. terlalu konyol kalau sampai nama itu kau pakai sebagai inisial dicincinmu. aku mengambilnya dan iseng memakanya di jemari tengahku. Pas. jadi ini miliku? aku memakainya. kapan aku tersadar aku memiliki cincin ini. kenapa aku melepasnya? ataukah aku, memang belum memakainya. kalau aku melepasnya pasti teringat. ah tapi aku juga tidak ingat kapan aku memakainya atau tersadar jariku sudah memakainya. aku terlalu sibuk,dengan perubahan hidupku yang kujalani saat ini. aku memakainya lagi seolah -olah berharap dengan memakainya dia bisa ada kembali diruangan ini.

mulai lagi sepertinya airmataku selalu mudah keluar tanpa aku inginkan. emosku sering tak karuan. sambil masih tersedu sedan aku mengamati cincin yang kupakai. wow jadi aku menikah sungguhan. ini buktinya aku memiliki cincin. ohh tapi apa gunanya kalau hanya sebuah cincin, aku tetap dibuat sedih olehnya. anjingku menyalak lagi. aku tida peduli. aku hanya ingin tidur saja. pergi aja kau hati ini.
sesuatu yang datang tiba-tiba berarti aku harus siap hilang tiba-tiba? aku harus belajar melepas semudah aku menerima bukan. ini yang susah. hei apakah ini yang sedang kupelajari dari mimpi ini. aku jadih sedih kalau hanya mimpi. sungguh aku benar-benar merasakan kangen ini nyata.

Aku menghapus,airmata dan berdiri tiba-tiba. aku harus mencarinya, tak apalah mau kemana ujung kami berdua. tapi aku tidak bisa menunggu saja. aku harus mencari tahu kemana dia. apakah kami memang masih satu sama lainnya saling menginginkan, aku tidak suka dalam ketidakpastian.yah peduli setan, aku seperti merengek-remgek tapi aku paling benci jika aku digantung oleh perasaan mendera penuh pertanyaan, dan selalu berpikir seandainya. selalu berharap waktu dapat diputar kembali.

oh peduli setan, aku harus mempunya kendali terhadap kehidupanku. meskipun tampaknya awalnya aku berada disini tanpa aku minta dan tanpa bisa tahu apa yang harus diperbuatnya. tapi saatnya aku memiliki kendali sekarang. iya atau tidak sama sekali. aku siap dengan jawaban apapun yang akan kuterima. aku semakin yakin saja sepertinya gelembung-gelembung kesadaran ini semain menyadarkanku ini bukan mimpi lagi.

Rabu, 20 Januari 2010

part 4

Terbangun,disampingku kosong. Tak ada bekas bantal menyeruk kedalam. Jadi semalam aku sendirian.anjingku masih tertidur dibawah tempat tidurku.aku mengelusnya sebentar.
Aku melihat jam di dinding kamarku, tepat jam dua malam. Aku menyibak tirai, cahaya lampu masih berbinar. Sepi. Aku tidak tahu saat ini aku hanya terbangun. Dan lagi tak kudapati pria itu walau terkadang ada setiap saat .
Namun seperti saat ini, tiba-tiba dia menghilang. Aku meringkuk disofa pojok kamarku. Ah kemana dia? Aku kangen. Untuk sebuah alasan yang tidak kuketahui, kenapa aku sangat merindukannya saat ini.
Tidak ada tanda yang bisa kucari supaya aku mengetahui keberadaannya.dimanakah dia? Kemana aku harus mencarinya?
Sepenggal yang kuingat kami berdua masih berdebat hal yang menurutku sepele. Dan aku memang marah kepadanya. Aku marah karena aku mulai ketakutan bahwa yah ada sebagian dari diriku mau berubah untuknya.
Berubah untuknya. Itu bukan yang aku inginkan. seperti bukan aku Aku adalah sejenis burung diangkasa bukan burung disangkar. Aku tidak bisa diubah dan dikekang. Tapi kenapa aku ingin berubah untuk pria ini.
Aku ingin membuat dia bahagia. Dan yah aku menangis tatkla aku melihat raut mukanya begitu kecewa kepadaku. Apakah dia tidak tahu?semua ini masih baru bagiku. Aku masih belajar.
Aku masih takut, bahwa peduli dengannya itu sangat mengganggu. Aku seperti tidak lagi berdiri dikakiku sendiri. Aku agak pincang mulai tahu perbedaannya bahwa ada seseorang disampingmu bukan hal terunyam. malah menyenangkan kukira

Ruangan ini hampa, bunyi desikan saja tak terdengar. Kenapa kekosonganku sepertinya menular keruangan ini. Ruangan ini tidak lagi indah kurasa.
Aku patah hatikah? Ow jangan. Aku benci dan takut dengan perasaan ini. Aku sudah tahu konsekuensi dari beberapa hal yang kupelajari dari mencintai. Tapi aku masih belum terbiasa dengan rasa ini.
Seberapa lamakah perasaan kosong ini akan mengendap dipikiranku? Kalau pria ini begitu saja menyerbu tiba-tiba dalam kehidupanku. Apakah dia bisa juga seenaknya pergi dariku.
Aku masih gelisah. Keringat didahiku mengucur. Aku mencari remote pendingin ruangan. Ah kemana sih aku menyimpannya. Ah si suamiku biasanya yang meletakkan semua pada tempatnya.hidupku telah berubah bukan? Bahkan remote pun sepertinya tidak dibawah kendaliku.
Aku mencari-cari kekolong. Tak jua kutemukan. Aku sebal. Capek. Terduduk dikarpet dimana anjingku masih tertidur pulas. Aku lelah. Aku menangis sesenggukan. Oh kemana remoteku. Tolong jangan ambil semua kendali hidupku.
Masih tersedu-sedu.kulihat anjingku memicingkan salah satu matanya. Dan dia mendekat kepadaku. Oh aku suka anjingku. Tapi saat ini aku ingin pria itu hadir kembali diruangan ini.
Aku mau kembali seperti semula.aku tidak peduli ruangan ini menyempit karena kehadirannya. Aku tidak peduli harus menunggunya berjam-jam jika dia dikamar mandi. Dan aku tidak peduli kalau dia memanggilku buny sesukanya.

Aku kangen, sungguh. Kemana dia? Apakah dia tidak berpikir untuk meninggalkan pesan kemana aku harus mencarinya. Atau dia tidak ingin?. Apakah dia memikirkanku saat ini. Apakah dia sama tersiksanya denganku.
Sepertinya tidak. Hanya aku kan yang merasakannya.??? Aku juga tidak mau sosoknya diganti yang lain. Aku masih mau yang sama. Hanya dia. Tidak bisakah kita berdua jujur bahwa kami berdua saling membutuhkan.
Ataukah menurut Tuhan kami sudah tidak baik satu sama lainnya. Masih menagis aku merangkak ketempat tidurku. Ah tempat ini terlalu luas untuk tubuh mungilku. Aku masih belum terlelap.
Pikiranku masih melayang tak karuan. Aku cinta dia sepertinya. Tak kupercaya, baru kali ini perasaan sesak bisa datang menyerbuku hanya karena ketidakhadirannya.
Aku merindukannya saat aku berebut cd yang kami putar. Walaupun akhirnya dia yang mengalah. Aku kangen saat tangan kami tak sengaja bersentuhan hanya karena berebut makanan yang tinggal tersisa satu di wadah. Aku kangen saat-saat kami tertawa hal yang gak penting.
Dan kangen setiap becandaan yang dia tujukan kepadaku.

Apakah disana, entah dimana dia , juga merasakan kehilangan yang sama, hal-hal yang kusebutkan tadi? Siapa yang akan membereskan semua ini?
Siapa diantara kami yang terlebih dahulu memberi kabar. aku harap dia sama tersiksanya denganku. Aku harap sepanjang waktu dia memikirkanku seperti saat ini rasanya setiap jengkal sel syaraf otakku,penuh dengannya.
Dimana sih dia sekarang. Aku tidak punya kuasa sepertinya meloncat kemana selain dalam ruangan ini.apa yang harus aku lakukan? Menunggunya? Ataukah menghapusnya?
Aku tidak mau. Jujur dia hal terindah yang pernah datang walau tanpa kuijinkan.
Tidak kah dia tahu aku mau berkompromi? Apakah dalam dimensi ini Tuhan memberiku kesempatan meraihnya kembali???
Aku menginginkan dia. Derik pintu membuyarkan lamunanku. Aku berdiri seketika. Dia kah? Aku melihat pintu itu tidak bergerak.
Ah aku mulai berkhayal. Jantungku saja berdebar-debar. Baiklah aku lelah , aku perlu tidur dan mengosongkan sebagian pikiranku.
Aku berdoa, tuhan kembalikan dia. Aku mau kau beri aku skenario yang baru lagi untuk kami.
Helaan nafasku masih berat. Aku kehabisan tenaga. Terlalu banyak menangis.aku berusaha menutup mata. Dan sedikit bisa mengatur nafasku kembali normal...